Roan Marcell Sentosa
Program Studi Teknik Industri, Universitas Ma Chung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI GREEN MANUFACTURING DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI DESA KUCUR Vincencia Zelvi Natania; Wilsen Adriano Suteja; Roan Marcell Sentosa; Joshua Michael Ndaumanu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri Vol. 6 No. 01 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Teknik Industri Un
Publisher : Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penumpukan sampah organik rumah tangga di Desa Kucur telah menjadi isu lingkungan yang mendesak, yang jika dibiarkan tanpa penanganan sistematis, berpotensi menurunkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan prinsip green manufacturing sebagai solusi strategis melalui pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai kewarganegaraan terkait tanggung jawab sosial dan kesadaran lingkungan warga negara. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan terjun langsung ke lapangan (observasi dan praktik) di Desa Kucur, di mana tim mengidentifikasi karakteristik limbah rumah tangga dan mengoptimalkan pemanfaatan 1 (satu) unit mesin pencacah limbah milik warga setempat untuk mendukung efisiensi produksi. Tahapan proses yang dilakukan meliputi sosialisasi pemilahan sampah, pengoperasian mesin pencacah untuk memperkecil ukuran fraksi organik, serta proses fermentasi anaerobik menggunakan bioaktivator EM4 untuk mempercepat dekomposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara teknologi tepat guna dan kesadaran kolektif warga berhasil mewujudkan konsep zero waste yang berkelanjutan. Selain mampu menekan emisi karbon akibat pengurangan transportasi limbah ke TPA, implementasi ini juga menghasilkan pupuk kompos padat dan Pupuk Organik Cair (POC) berkualitas tinggi yang mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, serta menunjang produktivitas pertanian warga. Secara sosial, kegiatan ini sukses membangun budaya gotong royong dan memperkuat wawasan ekologis masyarakat sebagai wujud implementasi kewarganegaraan yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup demi kesejahteraan bersama.