Kegiatan ziarah keagamaan berbasis komunal seringkali menghadapi kendala dalam tata kelola operasional dan mitigasi risiko keselamatan di jalan raya akibat minimnya manajemen kepanitiaan yang terstruktur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan jalan ziarah komunitas Katolik melalui intervensi manajemen operasi acara yang berfokus pada pengkondisian rute, penanganan pos pemberhentian, serta dokumentasi visual kegiatan. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi tingginya risiko keselamatan peserta saat melintasi jalur umum, potensi kebingungan rute akibat minimnya marka, serta tidak terkelolanya aset dokumentasi secara profesional untuk arsip komunitas. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode advokasi melalui pendampingan lapangan secara langsung sebagai kepanitiaan teknis, yang meliputi divisi pembuka jalan, pemandu rute, dan tim dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif. Hasil implementasi metode menunjukkan tingkat keberhasilan koordinasi rute mencapai seratus persen dengan indikator zero accident sepanjang perjalanan. Kehadiran pemandu rute dan pembuka jalan secara signifikan mengurangi kecemasan peserta terhadap arus lalu lintas, sementara tim dokumentasi berhasil mengamankan aset digital yang berkualitas untuk kebutuhan publikasi digital mitra. Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa penerapan fungsi pengorganisasian (organizing) dan pelaksanaan (actuating) yang disiplin dalam kepanitiaan mampu meningkatkan kenyamanan, ketertiban, dan kekhusyukan ritual spiritual masyarakat.