Syahrina N Dewi
Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Dimensi Fraud Hexagon Dan Prokrastinasi Akademik Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa FKIP Universitas Pattimura Aprilia Ufi; Kevin H Tupamahu; Syahrina N Dewi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.20023

Abstract

Kecurangan akademik merupakan persoalan multidimensional yang mengancam integritas pendidikan tinggi dan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital serta Generative Artificial Intelligence (GenAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, collusion, dan prokrastinasi akademik terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert lima poin dari 170 mahasiswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pressure, opportunity, collusion, dan prokrastinasi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kecurangan akademik. Sebaliknya, rationalization, capability, dan arrogance tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap perilaku kecurangan akademik dengan nilai F sebesar 42,984 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa kecurangan akademik merupakan fenomena multidimensional yang terutama dipengaruhi oleh tekanan akademik, peluang, interaksi sosial, dan perilaku menunda tugas. Oleh karena itu, pencegahan kecurangan akademik memerlukan pendekatan komprehensif melalui pengelolaan tekanan akademik, penguatan pengawasan dan desain asesmen, pembangunan budaya integritas, pengendalian kolusi, serta pengembangan kemampuan manajemen waktu dan literasi etika digital.