Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, menjadikan influencer sebagai salah satu sumber informasi yang dapat membentuk persepsi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk skincare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman mahasiswa Universitas Gunadarma dalam melihat review influencer TikTok, memahami persepsi mereka terhadap review tersebut, serta mengetahui perannya dalam pengambilan keputusan pembelian Azarine Sunscreen Moisturiser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa Universitas Gunadarma yang pernah melihat review Azarine Sunscreen Moisturiser dari influencer Veve atau Ainay serta telah menggunakan produk tersebut. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan mengacu pada teori Electronic Word of Mouth (e-WOM) Goyette et al. (2010), yang meliputi Intensity, Content, Positive Valence, dan Negative Valence, serta teori persepsi Walgito (2010). Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok menjadi media pencarian informasi awal mengenai Azarine Sunscreen Moisturiser. Sebagian besar partisipan memiliki persepsi positif terhadap review influencer karena dinilai informatif, jelas, dan mudah dipahami. Namun, partisipan tidak sepenuhnya mengandalkan review influencer, melainkan membandingkan berbagai review dan membaca komentar pengguna lain. Pengalaman penggunaan produk kemudian menjadi faktor utama dalam membentuk persepsi akhir. Dengan demikian, review influencer TikTok berperan sebagai salah satu pertimbangan dalam keputusan pembelian, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.