Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan dewasa muda, terutama mahasiswa. Faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insomnia antara lain durasi penggunaan Gadget yang berlebihan dan kebiasaan makan pada malam hari. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan Gadget dan sindrom makan malam dengan kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat I dan II Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan desain Analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat I dan II Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Yatsi Madani, dengan sampel sebanyak 242 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner durasi penggunaan Gadget, Night Eating Questionnaire (NEQ), dan Insomnia Severity Index (ISI). Hasil: analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan Gadget dengan kejadian insomnia (p = 0,040; p < 0,05) serta terdapat hubungan yang signifikan antara sindrom makan malam dengan kejadian insomnia (p = 0,012; p < 0,05). Kesimpulan: durasi penggunaan Gadget yang tinggi dan sindrom makan malam berhubungan dengan meningkatnya kejadian insomnia pada mahasiswa tingkat I dan II. Saran: mahasiswa diharapkan membatasi penggunaan Gadget terutama menjelang tidur, menerapkan pola makan teratur, serta meningkatkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kualitas tidur dan mencegah terjadinya insomnia.