Ahmad Fauzi
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Islamic Entrepreneurship Model (IEM) melalui Digital Marketing Pada Produk Makeup Halal di Jember Firda Finata Ayu; Ahmad Fauzi; Ida Fitriana
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 9 (2026): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i9.1537

Abstract

Perkembangan sektor kosmetik halal di Indonesia sedang meningkat dengan cepat seiring bertambahnya kesadaran publik tentang pentingnya menggunakan produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Situasi ini menciptakan kesempatan bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan strategi usaha yang didasarkan pada Model Kewirausahaan Islam (IEM), terutama dengan memanfaatkan pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menilai strategi pengembangan Model Kewirausahaan Islam (IEM) melalui pemasaran digital untuk produk kosmetik halal di Jember. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tinjauan pustaka yang diambil dari jurnal ilmiah serta sumber-sumber terkait pemasaran digatal, kewirausahaan Islam, dan produk kosmetik halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Islamic Entrepreneurship Model (IEM) dalam pemasaran digital mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk makeup halal. Strategi yang dilakukan meliputi penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, pemanfaatan konten edukatif mengenai kehalalan produk, pelayanan yang jujur dan transparan, influencer marketing, marketplace digital, serta penerapan nilai-nilai Islami dalam aktivitas bisnis seperti amanah, tanggung jawab, dan etika bisnis syariah. Selain itu, penggunaan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan marketplace dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan brand awareness, serta meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk makeup halal. Namun, pelaku usaha masih menghadapi beberapa kendala, seperti persaingan pasar yang ketat, kurangnya literasi digital, biaya sertifikasi halal, dan keterbatasan inovasi konten pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang lebih terarah melalui peningkatan kemampuan digital marketing, penguatan branding halal, serta kolaborasi dengan influencer Muslim untuk meningkatkan daya saing Author(s) name; if multiple authors, use et al. produk makeup halal di Jember. Dengan integrasi teknologi digital dan prinsipprinsip syariah, bisnis makeup halal tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga keberkahan, keberlanjutan usaha, dan kesejahteraan masyarakat.