Janiscus Pieter Tanesab
Universitas Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN DAN POTENSI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL DI JENJANG SEKOLAH DASAR Fadhilah Darma Sulistyo; Janiscus Pieter Tanesab
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v19i1.1349

Abstract

Kajian ini menganalisis tantangan dan potensi keberhasilan implementasi kebijakan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di jenjang Sekolah Dasar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus komparatif di tiga Sekolah Dasar di Jawa Barat, dipandu oleh kerangka analisis implementasi kebijakan Merilee S. Grindle (1980) yang berfokus pada isi dan konteks kebijakan. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan koordinator regional (Dinas Pendidikan), kepala sekolah, dan guru pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KKA berjalan di dua jalur: desain kebijakan top-down yang visioner dan fleksibel dari pemerintah pusat, serta realitas implementasi bottom-up yang diwarnai inisiatif dan adaptasi sekolah terhadap keterbatasan. Kebijakan ini menumbuhkan optimisme, namun keberhasilannya dibatasi oleh kesenjangan antara visi besar dengan kesiapan ekosistem pendukung. Hambatan implementasi meliputi kekosongan perangkat ajar esensial, mekanisme peningkatan kapasitas guru yang terbatas, kurang relevan, dan tidak tepat sasaran, serta lemahnya peran pendamping lokal seperti Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah yang masih bersifat administratif. Rekomendasi kebijakan mencakup pemenuhan dukungan perangkat ajar yang adaptif dan komperhensif, revitalisasi strategi pengembangan profesional guru melalui "Model Peningkatan Kapasitas Berdiferensiasi" yang lebih inklusif dan relevan, serta penguatan peran Dinas Pendidikan sebagai mitra substantif dan percepatan rekrutmen pengawas dengan spesialisasi literasi digital.