This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tuturan
Rindi Rahmah Dani
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK TUTUR ILOKUSI ASERTIF DAN EKSPRESIF DALAM PODCAST RADITYA DIKA EPISODE “DISKUSI TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA” Nessa Dwi Lesatari; Rindi Rahmah Dani; Ananda rahma Alfiana; Agis Membita Agasyi
Jurnal Tuturan Vol 15 No 1 (2026): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jurnaltuturan.v15i1.12529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan konteks tindak tutur ilokusi asertif dan ekspresif dalam podcast Diskusi Tentang Pendidikan Indonesia pada kanal YouTube Raditya Dika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi asertif dan ekspresif, sedangkan sumber data berupa video podcast yang diunggah pada 13 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan mengacu pada teori tindak tutur ilokusi Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 84 tuturan ilokusi, yang terdiri atas 48 tuturan asertif dan 36 tuturan ekspresif. Bentuk tindak tutur asertif meliputi menyatakan, menyarankan, mengemukakan pendapat, mengeluh, dan memberitahukan, sedangkan bentuk tindak tutur ekspresif meliputi berterima kasih, meminta maaf, memuji, dan mengkritik. Bentuk yang paling dominan ialah memberitahukan pada tindak tutur asertif dan mengkritik pada tindak tutur ekspresif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konteks tuturan berperan penting dalam menentukan bentuk dan fungsi ilokusi yang digunakan penutur. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa podcast pendidikan tidak hanya menjadi media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana penutur dalam menyampaikan pendapat, memberikan saran, serta mengekspresikan sikap terhadap berbagai isu pendidikan.