Jozef Richy Pattiruhu
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ROA, DER, dan DPR Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2020–2024 Hendry Bellen; Jozef Richy Pattiruhu; Meiske Wenno
Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jbmws.v5i03.3860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 39 perusahaan dengan total 195 unit data pengamatan. Analisis data dilakukan melalui regresi data panel, dan setelah melalui serangkaian uji kelayakan model (Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier), dipilih Random Effect Model sebagai model yang paling sesuai untuk diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham (koefisien 0,0397; t-statistik 3,2471; p-value 0,0014); (2) DER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham (koefisien 0,0004; t-statistik 0,2856; p-value 0,7755); (3) DPR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham (koefisien -0,0018; t-statistik -0,8459; p-value 0,3987); dan (4) secara simultan, ROA, DER, dan DPR berpengaruh signifikan terhadap harga saham (F-hitung 3,6264; p-value 0,0140) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,0539 atau 5,39%, sedangkan 94,61% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini mendukung Teori Sinyal, di mana kinerja profitabilitas menjadi sinyal utama yang diperhatikan investor, sedangkan struktur modal dan kebijakan dividen belum menjadi faktor penentu utama harga saham pada periode penelitian yang mencakup masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi.