Dinatonia Jovery Matruty
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura, Ambon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan UMKM Kuliner di Desa Nania, Kecamatan Baguala Hana Mardia Renwarin; Dinatonia Jovery Matruty; Evracia Turukay
Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol 5 No 03 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jbmws.v5i03.3861

Abstract

Pengelolaan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada praktiknya, sebagian pelaku UMKM masih melakukan pengelolaan keuangan secara sederhana, terutama dalam pencatatan transaksi, pengendalian pengeluaran, dan pemisahan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM kuliner di Desa Nania, Kecamatan Baguala. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas 37 UMKM sektor kuliner berdasarkan data Kantor Desa Nania tahun 2026, sedangkan sampel berjumlah 30 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki NIB, telah menjalankan usaha minimal tiga tahun, dan masih beroperasi. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26 melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, sedangkan sikap keuangan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Nilai R Square sebesar 0,254 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 25,4% variasi pengelolaan keuangan, sedangkan 74,6% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.