Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan program kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan mengembangkan karakter peserta didik, khususnya karakter mandiri dan kolaboratif. Namun, implementasi program masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan evaluasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Program P5 dalam membentuk karakter mandiri dan kolaboratif peserta didik menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain embedded. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen Context berada pada kategori baik (74,81%), sedangkan komponen Input (81,67%), Process (82,50%), dan Product (76,50%) berada pada kategori sangat baik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program P5 telah didukung oleh perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kesiapan sumber daya yang memadai, pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yang efektif, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter mandiri dan kolaboratif. Meskipun demikian, peningkatan kompetensi guru, dokumentasi proses pembelajaran, partisipasi peserta didik dalam tahap perencanaan, dan dukungan sumber daya masih perlu diperkuat. Dengan demikian, implementasi Program P5 di SMAN 1 Bantaeng telah berjalan secara efektif dan dapat menjadi dasar perbaikan program secara berkelanjutan. Penelitian mendatang disarankan untuk memperluas cakupan sampel ke berbagai tingkatan satuan pendidikan serta mengkaji dampak jangka panjang program P5 terhadap dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila lainnya.