Pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya waste food atau sisa makanan, menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian karena limbah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan volume sampah dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Panti Asuhan Oikos Shalom di Kota Malang menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pengelolaan limbah sisa makanan yang masih dibuang bersama sampah lainnya serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penghuni panti dalam memanfaatkan limbah organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya anak-anak panti, mengenai pengelolaan waste food secara berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi dan identifikasi kondisi pengelolaan limbah, edukasi dan sosialisasi mengenai waste food, konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dampak limbah terhadap lingkungan dan kesehatan, serta praktik langsung pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dengan metode sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pengertian, sumber, dampak, dan alternatif pemanfaatan waste food. Peserta juga diperkenalkan pada teknik sederhana pengolahan sisa makanan menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan panti. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan praktik langsung dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.