Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENCEGAH LUNTURNYA BUDAYA SEJAK DINI MELALUI METODE KREATIF MENGENALKAN DAN MELESTARIKAN BUDAYA JAWA TIMUR PADA GEN ALPHA Anderzon Lorenzo Renzio; Laurencia Christine Putri Lukyanto; Marsha Alexandra Poillot; Nathaniel Aaron Budianto Budianto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan budaya lokal kepada generasi muda merupakan upaya penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Namun, pada era globalisasi saat ini, generasi muda cenderung lebih tertarik dan mengenal budaya asing dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Kondisi ini menjadi tantangan dalam pelestarian budaya, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berada pada tahap penting dalam pembentukan karakter, identitas, dan wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukatif yang mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan anak terhadap budaya lokal sejak dini. Kegiatan pengenalan budaya dilakukan dengan metode interaktif dan kreatif menggunakan media presentasi, menonton video, permainan edukatif, kegiatan mewarnai, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Kasih ABBA, Kota Malang, dengan peserta anak-anak berusia 8–12 tahun. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih kurang memahami dan mengenal unsur-unsur budaya daerah, khususnya budaya Jawa Timur. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, serta lebih tertarik mempelajari materi budaya melalui pendekatan yang menyenangkan. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan dan aktivitas kreatif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Setelah kegiatan dilaksanakan, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengenalan peserta terhadap kebudayaan daerah, khususnya budaya Jawa Timur. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan apresiasi budaya lokal pada anak usia sekolah dasar.