Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESIAPAN PUBERTAS SISWI DI SDN KARANGBESUKI 2 KOTA MALANG Nisa'ul Magfiroh; Pradifta Nindya Arthaputri Wibawanto; Novita Dwi Rosadi; Pramadita Intari Rahayu; Rike Fitria Ainur Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pubertas merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikologis, termasuk terjadinya menstruasi pertama dan keputihan fisiologis. Namun, masih banyak siswi sekolah dasar yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai perubahan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan kecemasan, kesalahpahaman, dan perilaku kebersihan yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswi SDN Karangbesuki 2 Kota Malang dalam menghadapi masa pubertas melalui program edukasi kesehatan reproduksi "Kenali Tubuhmu". Kegiatan dilaksanakan pada periode Maret hingga Juni 2026 dengan melibatkan 45 siswi kelas IV, V, dan VI, sedangkan seminar edukasi dilaksanakan pada April 2026. Metode yang digunakan meliputi seminar interaktif, diskusi tanya jawab, dan lomba poster bertema kesehatan reproduksi. Materi yang disampaikan mencakup menstruasi, keputihan normal dan tidak normal, serta pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. Hasil observasi dan tanya jawab menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai menstruasi sebagai proses fisiologis yang normal, mampu membedakan keputihan normal dan tidak normal, serta memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap pentingnya personal hygiene selama menstruasi. Selain itu, peserta tampak lebih terbuka dalam mendiskusikan topik kesehatan reproduksi dan menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah agar edukasi kesehatan reproduksi dapat diberikan secara konsisten sejak usia dini.