Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGALAMAN DAN PERSEPSI SISWA SMA ISLAM KARANGPLOSO TERHADAP PERUNDUNGAN (BULLYING) DAN KEKERASAN SEKSUAL Athallah Nadhira Thifalia Indria; Aliecia Indriyani; Faratih Nawang Palupi; Iqlilah Fania Ramadhani; Nachifa Ainun Syiamina Ghoat; Davin Clastino
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) dan kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah, khususnya di kalangan remaja yang berada pada fase perkembangan rentan. Fenomena ini berdampak pada kesehatan mental, prestasi akademik, dan kesejahteraan sosial korban. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan siswa SMA Islam Karangploso dalam mencegah serta menangani tindakan bullying dan kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif yang partisipatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pendidikan masyarakat berbasis partisipasi, meliputi sosialisasi melalui presentasi PowerPoint, sesi tanya jawab, studi kasus, serta evaluasi dua tahap berupa pretest dan posttest, dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta selama satu jam di lingkungan sekolah. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah menyaksikan atau mengalami tindakan bullying, terutama dalam bentuk verbal seperti ejekan, hinaan, dan body shaming. Selain itu, ditemukan pula kasus kekerasan seksual verbal berupa catcalling dan komentar tidak pantas yang masih dianggap wajar oleh sebagian siswa. Pelaku umumnya berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti teman sebaya dan kakak tingkat. Minimnya pemahaman siswa terhadap batas perilaku yang sehat serta rendahnya keberanian untuk melapor menjadi faktor penghambat penanganan kasus. Kegiatan sosialisasi ini efektif meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bentuk-bentuk kekerasan, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang tepat. Diperlukan tindak lanjut berupa program edukasi berkelanjutan dan penguatan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah untuk menciptakan ekosistempendidikan yang aman dan inklusif.