Pesatnya perkembangan teknologi digital di Indonesia berdampak signifikan terhadap kehidupan remaja, khususnya dalam hal penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait penurunan prestasi akademik serta gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, insomnia, dan menurunnya konsentrasi belajar. Kegiatan sosialisasi bertema "Pengaruh Teknologi terhadap Kesehatan Mental dan Akademik Siswa-Siswi" dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ma Chung sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Pancasila, dengan sasaran siswa kelas VII SMPK Santa Maria 1 Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa serta membekali mereka dengan kemampuan mengelola penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Metode yang diterapkan meliputi psikoedukasi interaktif, pemutaran media visual, diskusi studi kasus, kuis berbasis Kahoot, serta refleksi melalui pledge wall. Hasil evaluasi melalui formulir kesan dan pesan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (±80%) mengalami peningkatan pemahaman mengenai dampak gadget, dengan kategori "Bertambah" dan "Sangat Bertambah" mendominasi respons. Aspek yang paling disukai peserta adalah games interaktif dan suasana kegiatan, sementara masukan utama mencakup perlunya perpanjangan waktu pelaksanaan, peningkatan kualitas penyampaian materi, dan penambahan fasilitas pendukung. Simpulan kegiatan ini adalah bahwa pendekatan sosialisasi berbasis psikoedukasi interaktif terbukti efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak penggunaan gadget, dan perlu dikembangkan lebih lanjut dengan alokasi waktu yang lebih memadai serta metode penyampaian yang lebih variatif.