Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik, kognitif, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Rumah Sosial Belas Kasih, ditemukan beberapa permasalahan yang dialami lansia, antara lain kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, penurunan daya ingat, keterbatasan fisik, serta kurangnya aktivitas bermakna yang dapat mendukung kesejahteraan psikososial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui aktivitas berkebun dan pembuatan kerajinan manik-manik sebagai bentuk stimulasi psikososial. Metode yang digunakan adalah advokasi dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara langsung terhadap lansia serta pengelola rumah sosial. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sosial Belas Kasih, Kabupaten Malang, melalui aktivitas menanam tanaman, edukasi pembuatan kompos, pembuatan aksesoris dari manik-manik, edukasi pemanfaatan tanaman, dan kegiatan rekreatif. Hasil observasi menunjukkan bahwa para lansia mengikuti kegiatan dengan antusias, menunjukkan interaksi sosial yang lebih aktif selama kegiatan berlangsung, serta memperoleh pengalaman baru yang menyenangkan dan produktif. Aktivitas yang diberikan juga membantu mengurangi kejenuhan serta menciptakan suasana yang lebih hangat di lingkungan rumah sosial. Meskipun belum ditemukan perubahan perilaku yang signifikan dalam jangka pendek, implementasi kegiatan mampu memberikan stimulasi psikososial yang positif bagi para lansia. Dengan demikian, aktivitas berkebun dan kerajinan tangan berpotensi menjadi alternatif kegiatan pendampingan yang mendukung kesejahteraan psikososial dan peningkatan kualitas hidup lansia di rumah sosial.