Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBINAAN PERILAKU PERTEMANAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SDN KARANG BESUKI 2 MALANG carolina Agnes Nggenda; Belinda Cherren; Georgina Jennifer Kerry; Maria Olivia Unardi; Maulida Instigfaroh; Muhammad Iqbal Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan perilaku pertemanan sehat pada siswa Sekolah Dasar merupakan upaya penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak di lingkungan sekolah. Karakter manusia terbentuk sejak masa kanak-kanak, dan lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai sosial yang positif ketika peran keluarga belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN Karang Besuki 2 Malang, dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa banyak perilaku negatif yang dijumpai pada orang dewasa sesungguhnya telah terbentuk sejak usia dini tanpa adanya pembinaan yang tepat. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman konsep pertemanan yang sehat, menanamkan nilai anti-bullying, serta meningkatkan kemampuan empati, toleransi, dan kerja sama pada siswa kelas 2. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui sosialisasi interaktif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan instrumen 20 pernyataan benar-salah. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 8,32 menjadi 15,55 (peningkatan 86,89%). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi normal (p>0,05), sehingga digunakan paired t-test yang menghasilkan t=?55,397 dengan p<0,001, diperkuat Wilcoxon signed-rank test (p<0,001) dan Cohen’s d=4,726 (effect size sangat besar). Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter sosial positif siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif.