Asma Nadiyah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Digital Pembelajaran Bahasa Arab: Tinjauan Literatur tentang Peralihan dari Kelas Konvensional menuju Pembelajaran Komunikatif Berbantuan Teknologi Noprita Pratiwi; Saniyah Annora Marhas; Dela puspita; M. Nasih Mu'awan; Asma Nadiyah; Dhiya Ramadhani
Instructional Development Journal Vol. 7 No. 3 (2024): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah memperluas perangkat teknologi dalam Pendidikan Bahasa Arab, mulai dari aplikasi seluler dan learning management system hingga gamifikasi, teknologi ujaran, chatbot, kecerdasan buatan generatif, dan analitik pembelajaran. Namun, adopsi teknologi tidak otomatis menunjukkan transformasi pedagogis. Penelitian ini meninjau bagaimana teknologi digital mengubah pembelajaran bahasa Arab, kondisi yang memungkinkan teknologi memperkuat kompetensi komunikatif, dan risiko ketika penggunaan platform disamakan dengan peningkatan hasil belajar. Kajian ini menyintesis studi internasional terindeks Scopus Q1–Q3 pada Pendidikan Bahasa Arab dan penelitian computer-assisted language learning yang relevan. Seleksi difokuskan pada keterampilan berbahasa, interaksi, umpan balik, otonomi pembelajar, asesmen, dan karakteristik linguistik bahasa Arab. Hasil sintesis menunjukkan pergeseran dari digitalisasi berbasis akses menuju interaksi, latihan adaptif, komunikasi autentik, dan orkestrasi berbasis bukti. Mobile learning dan gamifikasi terutama memperluas kesempatan latihan dan keterlibatan; platform kolaboratif memperkuat interaksi; teknologi ujaran menyediakan umpan balik pelafalan; sedangkan perangkat berbasis AI memperluas personalisasi, tetapi menghadirkan persoalan reliabilitas dan integritas akademik. Penelitian ini menawarkan DIGI-ARABIC Pedagogical Maturity Model dengan tujuh tingkat: access, digitization, guided practice, interaction, adaptive-authentic learning, analytics-reflection, dan responsible orchestration. Kebaruan penelitian terletak pada pemisahan antara kecanggihan teknologi dan kematangan pedagogis, sehingga kualitas pembelajaran dinilai dari aktivitas berbahasa dan bukti capaian, bukan dari kebaruan perangkat.