Farisatma Farisatma
Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Pengolahan Daun Kelor Menjadi Teh Herbal Melalui Program Kuliah Kerja Nyata Untuk Mendukung Pemanfaatan Potensi Lokal Eka Rosmitha Sari; Anisa Rizkayati; Rimayasi Rimayasi; Manan Manan; Wa Ode Muriani Ekasari Virno Bolu; Farisatma Farisatma; Krisnawati Krisnawati; Kurnia Faradillah; Intan Mawarni Bahrin; Muhammad Nabil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.14245

Abstract

Pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera) di Desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, masih didominasi sebagai bahan pangan rumah tangga sehingga potensi ekonominya sebagai produk olahan bernilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik pengolahan daun kelor menjadi produk yang higienis, berkualitas, dan memiliki nilai jual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui sosialisasi serta pelatihan pengolahan daun kelor menjadi teh herbal sebagai salah satu upaya pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Buton dengan pendekatan participatory approach yang meliputi koordinasi, observasi, sosialisasi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Galanti, khususnya ibu rumah tangga dan kader PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kandungan gizi, manfaat kesehatan, teknik pengolahan, sanitasi produksi, serta peluang pengembangan teh herbal sebagai produk unggulan desa. Selain meningkatnya keterampilan peserta dalam memproduksi teh herbal yang memenuhi prinsip kebersihan, kegiatan ini juga mengubah persepsi masyarakat terhadap tanaman kelor sebagai komoditas yang memiliki nilai tambah ekonomi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa KKN, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan berbasis potensi lokal serta membuka peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan.