Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) praktik baik guru dalam mengelola pembelajaran digital pada masa transisi digital di SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah; (2) faktor pendukung dan penghambat penerapan praktik tersebut; serta (3) implikasinya terhadap kualitas proses pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah dan guru SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik baik guru diwujudkan melalui perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, serta evaluasi melalui asesmen digital dan refleksi berkelanjutan. Praktik tersebut didukung oleh kepemimpinan sekolah yang adaptif, kompetensi digital guru, budaya kolaborasi, motivasi peserta didik, dukungan orang tua, dan kebijakan pemerintah. Hambatan meliputi keterbatasan sarana prasarana, kualitas jaringan internet, variasi literasi digital guru dan peserta didik, serta perbedaan dukungan keluarga. Hambatan diatasi melalui peningkatan kompetensi guru, optimalisasi sumber daya, kolaborasi antarguru, dan kemitraan dengan orang tua. Praktik baik tersebut berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, pengalaman belajar peserta didik, profesionalisme guru, budaya inovasi, dan mutu pendidikan serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan secara berkelanjutan, kontekstual, efektif, dan inovatif di sekolah.