Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Struktur Pilar Jembatan Rahabangga pada Proyek Jembatan Rahabangga, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sultra Indra Indra; Maudi Wulandari
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.875

Abstract

Pada bangunan pilar perlu adanya analisis yang baik mengenai gaya-gaya serta beban yang ditimbulkan oleh struktur atas jembatan sehingga mampu menahan beban tersebut sesuai dengan umur rencana jembatan. Pada beberapa kasus, terdapat jembatan yang rusak bahkan rubuh sebelum umur rencana jembatan yang dikarenakan struktur atas jembatan yang tidak mampu ditahan oleh struktur pilar. Pada beberapa kasus ditemukan hal di atas dikarenakan kekuatan kolom pilar yang berfungsi untuk menahan gaya serta beban baik dari struktur atas jembatan maupun berat sendiri pilar itu tidak mampu untuk menahan beban-beban tersebut. Sehingga hal itu yang kemudian menjadi penyebab keruntuhan jembatan. Beban-beban yang bekerja serta cara menganalisa struktur pilar jembatan mengacu pada peraturan RSNI T-02-2005 (standar pembebanan untuk jembatan),  SNI 1725-2016 (pembebanan untuk jembatan), SNI 2833-2016 (perencanaan jembatan terhadap beban gempa), serta RSNI T-12-2004 (perencanaan struktur beton untuk jembatan). Data-data analisis diperoleh dari bahan-bahan referensi seperi buku literasi, dokumen SNI, data-data dari instansi terkait, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa pilar jembatan rahabangga dapat dikatakan stabil. Hal berasal dari hasil perhitungan yang dimana angka kelangsingan kolom pilar tidak lebih kecil daripada 22, sehingga dianggap pengaruh buckling dapat diabaikan. Serta didapatkan momen akibat pengaruh P-Delta lebih kecil daripada seperempat dari momen ultimit kolom pilar, sehingga pengaruh P-Delta juga dapat diabaikan. Serta untuk kekuatan pilar jembatan didapatkan kombinasi pembebanan yang bekerja pada kolom pilar mampu untuk ditahan oleh struktur kolom pilar. Hal ini diperlihatkan pada gambar diagram interaksi yang dimana kombinasi pembebanan terbesar yang digunakan masih berada dalam kurva kuat rencana atau kurva ɸMn-ɸPn.
Analisis Struktur Pilar Jembatan Rahabangga pada Proyek Jembatan Rahabangga, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sultra Indra Indra; Maudi Wulandari
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.875

Abstract

Pada bangunan pilar perlu adanya analisis yang baik mengenai gaya-gaya serta beban yang ditimbulkan oleh struktur atas jembatan sehingga mampu menahan beban tersebut sesuai dengan umur rencana jembatan. Pada beberapa kasus, terdapat jembatan yang rusak bahkan rubuh sebelum umur rencana jembatan yang dikarenakan struktur atas jembatan yang tidak mampu ditahan oleh struktur pilar. Pada beberapa kasus ditemukan hal di atas dikarenakan kekuatan kolom pilar yang berfungsi untuk menahan gaya serta beban baik dari struktur atas jembatan maupun berat sendiri pilar itu tidak mampu untuk menahan beban-beban tersebut. Sehingga hal itu yang kemudian menjadi penyebab keruntuhan jembatan. Beban-beban yang bekerja serta cara menganalisa struktur pilar jembatan mengacu pada peraturan RSNI T-02-2005 (standar pembebanan untuk jembatan),  SNI 1725-2016 (pembebanan untuk jembatan), SNI 2833-2016 (perencanaan jembatan terhadap beban gempa), serta RSNI T-12-2004 (perencanaan struktur beton untuk jembatan). Data-data analisis diperoleh dari bahan-bahan referensi seperi buku literasi, dokumen SNI, data-data dari instansi terkait, dan referensi lain yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa pilar jembatan rahabangga dapat dikatakan stabil. Hal berasal dari hasil perhitungan yang dimana angka kelangsingan kolom pilar tidak lebih kecil daripada 22, sehingga dianggap pengaruh buckling dapat diabaikan. Serta didapatkan momen akibat pengaruh P-Delta lebih kecil daripada seperempat dari momen ultimit kolom pilar, sehingga pengaruh P-Delta juga dapat diabaikan. Serta untuk kekuatan pilar jembatan didapatkan kombinasi pembebanan yang bekerja pada kolom pilar mampu untuk ditahan oleh struktur kolom pilar. Hal ini diperlihatkan pada gambar diagram interaksi yang dimana kombinasi pembebanan terbesar yang digunakan masih berada dalam kurva kuat rencana atau kurva ɸMn-ɸPn.