Recurring floods remain a major challenge in Indonesia, especially in densely populated urban settlements, and are closely tied to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 13 (Climate Action). The Pengairan Pesing Koneng housing complex has repeatedly suffered flooding caused by high rainfall combined with an inadequate drainage system. This study analyzes the capacity of the existing drainage system, consisting of 85 channels of four different types, to determine its ability to control flooding. Ten years of rainfall data (2016-2025) from three stations were analyzed using the Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson III distribution methods, verified through Chi-Square and Kolmogorov-Smirnov goodness-of-fit tests, and runoff discharge was calculated using the rational method. Results show that 20 channels cannot accommodate the 2-year return period discharge, 25 channels for the 5-year period, and 32 channels for the 10-year period. New channel dimensions are proposed for these channels to restore drainage performance and support sustainable flood management. Abstrak Banjir yang terus berulang menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di kawasan permukiman perkotaan yang padat, dan berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Perumahan Pengairan Pesing Koneng berulang kali mengalami banjir akibat curah hujan tinggi yang dipadukan dengan sistem drainase yang kurang memadai. Penelitian ini menganalisis kapasitas sistem drainase eksisting, yang terdiri dari 85 saluran dengan 4 tipe berbeda, untuk mengetahui kemampuannya dalam mengendalikan banjir. Data curah hujan selama 10 tahun (2016-2025) dari tiga stasiun dianalisis menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III, yang diverifikasi melalui uji kecocokan Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov, dan debit limpasan dihitung dengan metode rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 saluran tidak mampu menampung debit periode ulang 2 tahun, 25 saluran untuk periode ulang 5 tahun, dan 32 saluran untuk periode ulang 10 tahun. Dimensi saluran baru diusulkan untuk saluran-saluran tersebut guna memulihkan kinerja drainase dan mendukung pengelolaan banjir yang berkelanjutan.