Burnout merupakan masalah serius yang semakin sering dialami oleh mahasiswa, terutama mereka yang bekerja sambil kuliah. Kombinasi antara tuntutan akademik yang tingi, tekanan pekerjaan, serta kesullitan menjaga keseimbangan antara kuliah, pekerjaan, dan kehidupan pribadi sering kali menimbulkan stress berkepanjangan. Kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar, menghambat prestasi akademik, hingga berdampak negatif terhadap Kesehatan mental mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti dukungan sosial, konflik peran ganda, dan kemampuan menjaga work-life balance memiliki pengaruh besar terhadap tingkat burnout. Mahasiswa yang tidak mampu mengelola waktu dan tekanan secara efektif lebih rentan mengalami kelelahan emosional dan penurunan produktivitas. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan penelitian yang membahas secara mendalam bagaimana peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko burnout, khususnya pada mahasiswa pekerja. Padahal, penerapan prinsip-prinsip manajemen SDM seperti pengaturan beban kerja, pelatihan manajemen stress, serta pemberian dukungan psikologis dapat membantu mencipatakan lingkungan belajar dan kerja yang lebih seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam mencegah burnout serta meningkatkan Kesehatan mental mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, serta mengindentifikasi faktor-faktor penyebab burnout. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan pendekatan survey melalui penyebaran kuesioner keapda mahasiwa pekerja untuk memperolah data yang terukur dan objektif