Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Manager Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Menghindari Burnout Demi Kesehatan Mental Didunia Kerja yang Terkhusus Untuk Mahasiswa Irene Putri; Mauli Melda Manihuruk
Journal Management SMC Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/0rpxck88

Abstract

Burnout merupakan masalah serius yang semakin sering dialami oleh  mahasiswa, terutama mereka yang bekerja sambil kuliah. Kombinasi antara tuntutan akademik yang tingi, tekanan pekerjaan, serta kesullitan menjaga keseimbangan antara kuliah, pekerjaan, dan kehidupan pribadi sering kali menimbulkan stress berkepanjangan. Kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar, menghambat prestasi akademik, hingga berdampak negatif terhadap Kesehatan mental mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti dukungan sosial, konflik peran ganda, dan kemampuan menjaga work-life balance memiliki pengaruh besar terhadap tingkat burnout. Mahasiswa yang tidak mampu mengelola waktu dan tekanan secara efektif lebih rentan mengalami kelelahan emosional dan penurunan produktivitas. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan penelitian yang membahas secara mendalam bagaimana peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko burnout, khususnya pada mahasiswa pekerja. Padahal, penerapan prinsip-prinsip manajemen SDM seperti pengaturan beban kerja, pelatihan manajemen stress, serta pemberian dukungan psikologis dapat membantu mencipatakan lingkungan belajar dan kerja yang lebih seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam mencegah burnout serta meningkatkan Kesehatan mental mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, serta mengindentifikasi faktor-faktor penyebab burnout. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan pendekatan survey melalui penyebaran kuesioner keapda mahasiwa pekerja untuk memperolah data yang terukur dan objektif
Peran Manager Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Menghindari Burnout Demi Kesehatan Mental Didunia Kerja yang Terkhusus Untuk Mahasiswa Irene Putri; Mauli Melda Manihuruk
Journal Management SMC Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/0rpxck88

Abstract

Burnout merupakan masalah serius yang semakin sering dialami oleh  mahasiswa, terutama mereka yang bekerja sambil kuliah. Kombinasi antara tuntutan akademik yang tingi, tekanan pekerjaan, serta kesullitan menjaga keseimbangan antara kuliah, pekerjaan, dan kehidupan pribadi sering kali menimbulkan stress berkepanjangan. Kondisi ini dapat menurunkan motivasi belajar, menghambat prestasi akademik, hingga berdampak negatif terhadap Kesehatan mental mahasiswa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti dukungan sosial, konflik peran ganda, dan kemampuan menjaga work-life balance memiliki pengaruh besar terhadap tingkat burnout. Mahasiswa yang tidak mampu mengelola waktu dan tekanan secara efektif lebih rentan mengalami kelelahan emosional dan penurunan produktivitas. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan penelitian yang membahas secara mendalam bagaimana peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko burnout, khususnya pada mahasiswa pekerja. Padahal, penerapan prinsip-prinsip manajemen SDM seperti pengaturan beban kerja, pelatihan manajemen stress, serta pemberian dukungan psikologis dapat membantu mencipatakan lingkungan belajar dan kerja yang lebih seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam mencegah burnout serta meningkatkan Kesehatan mental mahasiswa yang bekerja sambil kuliah, serta mengindentifikasi faktor-faktor penyebab burnout. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan pendekatan survey melalui penyebaran kuesioner keapda mahasiwa pekerja untuk memperolah data yang terukur dan objektif