Seiring dengan tingginya kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi digital Mobile JKN untuk mempermudah administrasi dan memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan. Di RS Murni Teguh Medan, meskipun sistem antrean daring telah diimplementasikan, efektivitas penggunaannya belum optimal dan masih ditemui pasien yang mengantre secara manual akibat keterbatasan literasi digital, kendala teknis jaringan, dan kurangnya pemahaman fitur aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mewujudkan akses pelayanan BPJS Kesehatan di RS Murni Teguh Medan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 10 orang informan, terdiri dari 6 informan utama (peserta BPJS Kesehatan) dan 4 informan triangulasi (petugas pendaftaran, tenaga medis, dan petugas BPJS Kesehatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile JKN secara signifikan mampu memangkas waktu tunggu administrasi dari hitungan jam menjadi 15-30 menit, serta mengurangi beban kerja staf pendaftaran hingga 40%. Aplikasi ini berhasil mengubah budaya antrean fisik menjadi antrean digital (paperless) yang terencana. Di sisi lain, faktor penghambat yang ditemukan adalah kesenjangan literasi digital (terutama pada pasien lansia), ketidakstabilan server (downtime) pada jam sibuk, keterbatasan gawai/kuota internet pengguna, serta inkonsistensi pembaruan jadwal dokter di sistem rumah sakit. Implementasi Mobile JKN terbukti sangat efektif dalam mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan keterjangkauan layanan kesehatan di RS Murni Teguh Medan.