Turnover intention pada tenaga kesehatan merupakan salah satu permasalahan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit karena berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan, kualitas asuhan, efisiensi operasional, serta peningkatan biaya rekrutmen dan pelatihan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa niat karyawan untuk meninggalkan organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama lingkungan kerja (work environment), sistem penghargaan (reward system), dan kepuasan kerja (job satisfaction). Di sisi lain, sistem penghargaan yang adil, transparan, dan sesuai dengan kontribusi karyawan dapat memperkuat motivasi kerja serta meningkatkan persepsi keadilan organisasi. Kedua faktor tersebut berperan penting dalam membentuk kepuasan kerja yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan turnover intention. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara work environment, reward system, job satisfaction, dan turnover intention berdasarkan teori-teori yang relevan serta temuan empiris dari berbagai penelitian terdahulu. Hubungan antarvariabel dijelaskan melalui Two-Factor Theory, Equity Theory, Social Exchange Theory, dan Model Turnover Mobley yang menekankan bahwa kondisi kerja dan penghargaan memengaruhi kepuasan kerja, kemudian berdampak pada keputusan individu untuk tetap bertahan atau meninggalkan organisasi. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara lingkungan kerja dan sistem penghargaan dengan kepuasan kerja maupun turnover intention. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan penelitian yang mengintegrasikan keempat variabel tersebut dalam satu model konseptual, khususnya pada konteks rumah sakit di Indonesia.