Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap gangguan kesehatan mental, terutama depresi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu lansia mengelola emosi dan mengurangi gejala depresi adalah terapi menulis ekspresif. Terapi ini memberikan kesempatan kepada lansia untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup secara tertulis sehingga dapat membantu mengurangi beban emosional yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi menulis ekspresif sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan melibatkan empat responden berusia 60 tahun atau lebih yang mengalami depresi ringan hingga sedang. Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Terapi menulis ekspresif dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dengan durasi setiap sesi antara 10–30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan tingkat depresi setelah mengikuti intervensi. Skor GDS yang awalnya berada pada kategori depresi sedang dan ringan mengalami penurunan dengan selisih skor berkisar antara dua hingga empat poin sehingga menunjukkan perubahan menuju kategori depresi yang lebih ringan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi menulis ekspresif efektif membantu menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup lansia.