Ni Made Dwi Opi Setiawati
Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA REMAJA PUTRI Ni Made Dwi Opi Setiawati; Ni Made Dwi Mahayati; I Nyoman Wirata
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61713

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video pada remaja putri di SMP N 5 Kubu. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dan didapatkan sebanyak 54 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan serta lembar observasi untuk menilai keterampilan praktik, dengan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada variabel pengetahuan, yaitu dari nilai rata-rata 55,00 menjadi 85,00 dengan p-value 0,000 (< 0,05). Demikian pula pada variabel keterampilan, terjadi peningkatan yang signifikan dengan p-value 0,000 (< 0,05) setelah diberikan intervensi edukasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden secara signifikan. Oleh karena itu, diharapkan remaja putri dapat terus menerapkan praktik SADARI secara mandiri sebagai langkah deteksi dini. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya, serta pihak sekolah diharapkan mampu bekerja sama dengan instansi kesehatan terkait untuk aktif melaksanakan program penyuluhan kesehatan reproduksi secara berkala.