Mutia Anggun Syafitri
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Kejadian Pneumonia oleh karena Staphylococcus aureus dan Gambaran Reaksi Antibiotika di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Ance Roslina Roslina; Mutia Anggun Syafitri
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1583

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik menjadi bagian penting dalam tata laksana pneumonia bakteri, namun munculnya resistensi dapat mengurangi efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian pneumonia oleh karena Staphylococcus aureus serta gambaran reaksi antibiotika pada pasien di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang berdasarkan data sekunder rekam medis pasien pneumonia. Sampel mencakup seluruh rekam medis tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa dari 61 pasien yang dianalisis, 31 pasien (50,8%) berjenis kelamin perempuan dan kelompok usia 46-65 tahun mendominasi sebanyak 43 pasien (70,5%). Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang paling sering ditemukan, yaitu 29 kasus (47,5%), diikuti Escherichia coli 12 kasus (19,7%) dan Klebsiella pneumoniae 7 kasus (11,5%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan infeksi Staphylococcus aureus (p=0,055). Model regresi logistik memenuhi uji kelayakan (p=0,093), dengan Nagelkerke R Square sebesar 0,106. Pola sensitivitas antibiotik bervariasi; pada data yang disajikan, ampisilin dan meropenem menunjukkan sensitivitas penuh terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan amoksisilin menunjukkan proporsi resistensi lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas dan pengendalian penggunaan antibiotik di rumah sakit.