Carissa Putri Azka Auliya
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Efektivitas Daun Katuk dan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Wilayah Puskesmas Kasiyan Carissa Putri Azka Auliya; Gumiarti; Riza Umami
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1603

Abstract

ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. Banyak ibu nifas yang mengalami kendala dalam memproduksi ASI, di antaranya seperti ASI yang lancar maupun ASI yang tidak lancar. Hal ini sesuai dengan hasil studi pendahuluan peneliti, yang didapatkan hasil data 30% dari 10 orang ibu menyusui mengatakan produksi ASI nya lancar sedangkan 70% dari 10 orang ibu menyusui lainnya mengatakan produksi ASI nya kurang lancar. Peneliti menggunakan daun katuk dan daun kelor sebagai bahan utama penelitian dikarenakan, kedua tanaman tersebut mengandung polifenol dan steroid yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Untuk mengetahui perbedaan efektivitas daun katuk dan daun kelor terhadap produksi ASI ibu post partum di Wilayah Puskesmas Kasiyan. Penelitian ini menggunakan desain true experiment tidak berpasangan dengan menggunakan pendekatan “Two Group Pre-Post Test”. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling yang berjumlah 30 orang ibu menyusui pada hari ke-10 sampai ke-16. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi produksi ASI dengan analisa data menggunakan uji t-test. Adapun hasil penelitian ini adalah produksi ASI sebelum mengonsumsi daun katuk yaitu 182,67 dan sesudah mengonsumsi daun katuk yaitu 246,00, sehingga didapatkan rata-ratanya adalah 63,33. Sedangkan produksi ASI sebelum mengonsumsi daun kelor yaitu 172,33 dan sesudah mengonsumsi daun kelor yaitu 210,00, sehingga didapatkan rata-ratanya adalah 37,67. Dan hasil rata-rata perbedaan produksi ASI sesudah diberikan daun katuk dan daun kelor selama 7 hari yaitu 25,667. Daun katuk terbukti lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan daun kelor, karena terdapat perbedaan kadar kandungan yang lebih tinggi. Daun kelor hanya mengandung polifenol dan steroid, sedangkan pada daun katuk mengandung polifenol, steroid dan thiamin.