Laboratorium teknik gigi menghasilkan air limbah yang dapat membawa residu gipsum, wax dental, alginat, dan partikel padat lain dari pembuatan model dan prostesis. Pembuangan langsung ke wastafel berpotensi menimbulkan sedimentasi, penumpukan material, dan penyumbatan saluran pembuangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi fungsi grease trap yang dimodifikasi sebagai unit prapengolahan limbah cair laboratorium teknik gigi. Penelitian eksperimental laboratoris dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Laboratorium Mekanik Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Laboratorium D III Teknik Gigi Universitas Megarezky, Makassar. Prototipe dibuat dari stainless steel dan terdiri atas saluran masuk, saringan plat berlubang, tiga baffle, dan saluran keluar. Desain dibuat menggunakan Blender, kemudian material diukur, dipotong, dirakit, dan dilas. Uji fungsi diawali dengan pengisian air untuk menilai kebocoran, kemudian dilanjutkan menggunakan gipsum cair belum setting, gipsum setting, wax cair, dan alginat setting. Hasil pengujian menunjukkan bahwa gipsum cair tertahan pada baffle pertama dan tidak mencapai baffle kedua. Gipsum setting dan alginat tertahan pada saringan, sedangkan wax cair terutama tertahan pada saringan dengan sebagian material masuk ke baffle pertama. Air pada saluran keluar tampak lebih bersih setelah penyaringan bertahap. Prototipe menunjukkan kelayakan fungsional sebagai prapengolahan di sumber untuk mengurangi masuknya residu laboratorium ke saluran pembuangan. Namun, efektivitas penyisihan dan keamanan efluen belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena penelitian ini belum mengukur massa material, efisiensi penyisihan, maupun parameter fisikokimia kualitas air.