Pembelajaran berbasis teknologi menuntut siswa mampu mengoperasikan perangkat digital, mengevaluasi informasi, mengelola sumber belajar, dan mengatur proses belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi literasi digital dan praktik kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran Biologi berbasis teknologi. Penelitian kualitatif deskriptif dilaksanakan di SMA St. Arnoldus Janssen dengan melibatkan lima siswa kelas X dan satu guru Biologi yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, angket terbuka, analisis dokumen, dan catatan lapangan. Data dikodekan dan disusun secara tematik, sedangkan kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan teknologi untuk mencari informasi, memahami konsep Biologi, menyelesaikan tugas, menyusun presentasi, dan mendukung kegiatan proyek. Literasi digital tampak melalui kegiatan memeriksa informasi, membandingkan sumber, menyimpan materi belajar, dan menggunakan aplikasi secara produktif, meskipun evaluasi kredibilitas sumber masih menjadi kendala. Kemandirian belajar terlihat melalui pengaturan waktu, penyelesaian tugas, pemantauan pemahaman, perbaikan tugas setelah umpan balik, dan pencarian bantuan. Kendala utama meliputi jaringan internet yang tidak stabil, keterbatasan kuota, listrik padam, distraksi media sosial, ajakan bermain gim, dan kesulitan mengenali sumber tepercaya. Pembelajaran Biologi berbasis teknologi perlu memadukan akses, bimbingan evaluasi sumber, regulasi belajar, dan umpan balik guru.