Muhammad Fadhil Wathani
Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kritik atas Gagasan Al-Qur’an sebagai Produk Budaya dalam Pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd Ika Hilmiatus Salamah; Muhammad Fadhil Wathani
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2293

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas kontroversi konsep Al-Qur’an sebagai “produk budaya” dalam pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd yang dinilai berpengaruh terhadap cara memahami historisitas dan universalitas wahyu. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana konsep tersebut dipahami, dikritisi, dan diperdebatkan dalam wacana tafsir kontemporer. Pertanyaan penelitian difokuskan pada kritik atas konsep Al-Qur’an sebagai produk budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap karya-karya Abu Zayd dan literatur yang mendukung maupun menolak pemikirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “produk budaya” membuka ruang tafsir kontekstual, namun menimbulkan kritik karena dianggap berpotensi mereduksi sifat transendensi wahyu. Analisis menunjukkan adanya tiga aspek kritik yang ditujukan yaitu kritik teologis, epistemologis dan metodologis. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan secara sistematis tiga dimensi kritik terhadap konsep Al-Qur’an sebagai produk budaya sekaligus memperjelas batas antara historisitas teks dan transendensi wahyu dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Penulis menginterpre-tasikan bahwa keseimbangan antara aspek historis dan transenden diperlukan agar Al-Qur’an tetap relevan tanpa kehilangan kesakralannya. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya integrasi metodologis dalam memahami hubungan antara wahyu, teks, dan budaya.