Abdul Rasyad
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Magister, Universitas Hamzanwadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEKUATAN EKOSISTEM SOSIAL PESANTREN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS UNTUK PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Dedi Maman Daman Huri; Muhamad Ali; Abdul Rasyad
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15097

Abstract

ABSTRACT The communal life of Islamic boarding schools provides an educational setting that brings together social experiences, values, and social studies learning in students’ everyday lives. This context forms the basis of the present study, which aims to analyze the social strengths of Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu as a learning resource for Social Studies and to examine the social skills that develop through these experiences. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study orientation. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving students, Social Studies teachers, caregivers, and pesantren community leaders from May to September 2025. The data were organized through coding, categorization, theme development, triangulation, and interpretation to map the relationship between social practices within the pesantren, their use in Social Studies learning, and the social skills manifested through these experiences. The findings revealed three main domains: the pesantren’s collective life as a social ecosystem, everyday activities as Social Studies learning resources, and social experiences as a space for strengthening communication, collaboration, empathy, tolerance, responsibility, adaptability, and leadership. Practices such as mutual cooperation, deliberation, religious habituation, student organizations, and shared responsibilities can be connected to Social Studies topics including social norms, cooperation, diversity, conflict, leadership, and social participation. The study concludes that the pesantren can function as an authentic Social Studies learning resource when local experiences are deliberately connected to learning objectives and student reflection. ABSTRAK Kehidupan komunal di pesantren menyediakan ruang pendidikan yang mempertemukan pengalaman sosial, nilai, dan pembelajaran IPS dalam keseharian peserta didik. Kondisi tersebut menjadi fokus penelitian ini, yang diarahkan untuk menganalisis kekuatan masyarakat Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu sebagai sumber belajar IPS serta keterampilan sosial yang berkembang melalui pengalaman tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, guru IPS, pengasuh, dan tokoh pesantren selama Mei–September 2025. Data ditata melalui pengodean, kategorisasi, pengembangan tema, triangulasi, dan interpretasi untuk memetakan hubungan antara praktik sosial pesantren, pemanfaatannya dalam pembelajaran IPS, dan keterampilan sosial yang tampak. Temuan mengarah pada tiga ranah utama: kehidupan kolektif pesantren sebagai ekosistem sosial, aktivitas keseharian sebagai sumber belajar IPS, serta pengalaman sosial sebagai ruang penguatan komunikasi, kolaborasi, empati, toleransi, tanggung jawab, adaptasi, dan kepemimpinan. Praktik gotong royong, musyawarah, pembiasaan keagamaan, organisasi, dan tanggung jawab bersama dapat dihubungkan dengan materi norma sosial, kerja sama, keberagaman, konflik, kepemimpinan, dan partisipasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren dapat berfungsi sebagai sumber belajar IPS yang autentik ketika pengalaman lokal secara sengaja dihubungkan dengan tujuan pembelajaran dan refleksi peserta didik.