Fikria Amalia Madani, Jadida
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN BIOINFORMATIKA DALAM STUDI EPITOP PADA S2 PROTEIN SPIKE SARS-CoV-2 DENGAN VARIASI ADJUVAN Fikria Amalia Madani, Jadida; Rahayu Adianingsih, Oktavia; Yurina, Valentina
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pendekatan bioinformatika saat ini banyak digunakan dalam pengembangan vaksin, terutama terhadap patogen yang mudah bermutasi seperti SARS-CoV-2. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah vaksin berbasis epitop dengan tambahan adjuvan untuk meningkatkan respons imun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas tiga adjuvan, yaitu 50S ribosomal protein L7/L12 (rpLL), β-defensin, dan cholera toxin subunit B (CTB) dalam meningkatkan imunogenisitas vaksin berbasis epitop S2 protein spike SARS-CoV-2. Sekuens protein enam varian SARS-CoV-2 (Wuhan, Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron) dan tiga adjuvan diperoleh dari database NCBI. Epitop sel T dan B diprediksi menggunakan IEDB, kemudian diseleksi berdasarkan sifat imunologis (antigenik, nontoksik, nonalergen), nonhomolog, serta cakupan populasi global (83,57%) dengan wilayah tertinggi di Asia Timur (93,62%). Wilayah konservatif subunit S2 berdasarkan epitop terpilih dikonstruksi menjadi tiga desain vaksin, masing-masing dengan satu adjuvan. Validasi struktur menunjukkan semua model berada dalam rentang kualitas yang baik (ERRAT >90%, Ramachandran >90%). Skor docking HADDOCK terbaik diperoleh pada vaksin dengan rpLL terhadap TLR4 (-95,3), vaksin dengan β-defensin terhadap TLR3 (-38,2) dan MHC-II (-133,6), serta vaksin dengan CTB terhadap MHC-I (-128,0). Profil interaksi tiga vaksin dengan masing-masing reseptor menunjukkan bahwa vaksin dengan CTB memiliki ikatan yang lebih kuat dan konsisten pada sebagian besar reseptor. Simulasi sistem imun melalui C-IMMSIM menunjukkan desain ini menghasilkan kadar IgG dan IgM tertinggi serta aktivasi limfosit T CD4+, CD8+, dan limfosit B yang lebih baik. Hasil ini menunjukkan bahwa CTB merupakan adjuvan paling potensial dalam meningkatkan imunogenisitas vaksin. Penelitian ini mendukung pendekatan in silico dalam pengembangan vaksin yang efisien dan pemilihan adjuvan yang lebih optimal.