[Bahasa]: Pengurus OSIS dan organisasi santri di Pondok Pesantren Nur Ismail Blumbungan, Pamekasan, masih menghadapi keterbatasan dalam perencanaan program, koordinasi anggota, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan organisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajerial serta memperkuat nilai-nilai kepemimpinan islami pengurus organisasi santri. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui pelatihan partisipatif yang mencakup ceramah interaktif, studi kasus kontekstual, simulasi kepemimpinan, diskusi kelompok terfokus, dan pendampingan penyusunan rencana aksi. Materi pelatihan mengintegrasikan kepemimpinan islami, perencanaan strategis, manajemen konflik, komunikasi efektif, dan evaluasi program. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 25%, sedangkan 90% peserta mampu menerapkan teknik delegasi, pengambilan keputusan, dan resolusi konflik melalui simulasi. Pada tingkat organisasi, 75% dari program kerja yang dijadwalkan pada bulan pertama terlaksana sesuai rencana, disertai penguatan perilaku yang mencerminkan integritas, tanggung jawab, dan kolaborasi selama proses pelatihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis PAR dapat memperkuat kapasitas individu sekaligus mendorong penguatan awal kemandirian organisasi santri. Model pelatihan yang mengintegrasikan keterampilan manajerial dan nilai kepemimpinan Islami ini dapat menjadi kerangka praktis yang dapat diadaptasi dalam pengembangan kapasitas organisasi santri di pesantren lain dengan karakteristik serupa. Kata Kunci: kepemimpinan, karakter, pelatihan, santri, organisasi siswa/santri  [English]: Student Council (OSIS) and santri organization leaders at Nur Ismail Islamic Boarding School in Blumbungan, Pamekasan, continued to face challenges in program planning, member coordination, communication, and decision-making in organizational management. This community service program aims to improve the leadership and managerial competencies of santri organization leaders while strengthening Islamic leadership values. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach through participatory training that included interactive lectures, contextual case studies, leadership simulations, focus group discussions, and facilitated action-plan development. The training integrated Islamic leadership, strategic planning, conflict management, effective communication, and program evaluation. Evaluation results showed a 25% increase in participants’ knowledge, and 90% of participants applied delegation, decision-making, and conflict-resolution techniques during the simulations. At the organizational level, 75% of the work programs scheduled for the first month were implemented as planned, accompanied by behaviors reflecting integrity, responsibility, and collaboration throughout the training process. These findings indicate that PAR-based training can strengthen individual capacities while supporting the initial development of organizational autonomy among santri organizations. This training model, which integrates managerial skills with Islamic leadership values, provides a practical framework that may be adapted for capacity-building programs in santri organizations at other Islamic boarding schools with similar characteristics. Keywords: leadership, character, training, santri, student organizations