Widya Astuti
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The adolescent nutrition ambassador anti-stunting program as a strategy for stunting prevention Adya Kamiliah Shafwah; Nanda Fitria Salsabila; Annisa Seskia Alkhorisah; Fayruz Nadhira; Widya Astuti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.15066

Abstract

[Bahasa]: Stunting masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dengan akses informasi gizi yang terbatas. Remaja memegang peran penting dalam memutus rantai stunting antargenerasi, namun pengetahuan gizi mereka masih rendah sehingga diperlukan upaya pemberdayaan yang terstruktur. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas remaja di Desa Sarireja sebagai agen perubahan melalui pengembangan Duta Gizi Remaja Anti-Stunting. Program ini menerapkan pendekatan community development yang menekankan penguatan kapasitas, partisipasi aktif, serta pendampingan berkelanjutan. Enam sesi pelatihan yang diberikan kepada Duta Gizi Remaja mencakup materi stunting, anemia remaja, pedoman gizi seimbang, panduan Isi Piringku, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan pangan, serta keterampilan presentasi dan penyuluhan. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test pada awal dan akhir pelatihan dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Kegiatan aksi penyuluhan Duta Gizi Remaja melalui peer education kepada 25 siswa juga dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan 15 Duta Gizi Remaja setelah pelatihan, dengan skor rata-rata meningkat dari 15,20 menjadi 17,93 (p = 0,002). Kegiatan aksi penyuluhan terhadap teman sebaya juga meningkatkan pemahaman siswa dari 4,76 menjadi 6,84 (p = 0,000). Hal ini membuktikan bahwa pelatihan duta gizi dan aksi penyuluhan berbasis peer education efektif meningkatkan literasi gizi dan membantu remaja berperan sebagai edukator kesehatan. Program duta gizi remaja anti-stunting berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi peserta, serta direkomendasikan untuk dikembangkan melalui pelatihan lanjutan dan perluasan media edukasi. Kata Kunci: pemberdayaan remaja, stunting, pendidikan teman sebaya [English]: Stunting remains a major challenge in public health in Indonesia, especially in rural areas with limited access to nutritional information. Adolescents play an important role in breaking the intergenerational cycle of stunting, but their nutritional knowledge is still low, requiring structured empowerment efforts. This community service program aims to strengthen the capacity of adolescents in Sarireja Village as agents of change through the development of Duta Gizi Remaja Anti-Stunting. This program applies a community development approach that emphasizes capacity building, active participation, and continuous mentoring. Six training sessions were provided to Duta Gizi Remaja, including stunting, adolescent anemia, balanced nutrition guidelines, Isi Piringku, Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), food safety, and public speaking skills. The effectiveness of the program was measured through pre-test and post-test and analyzed using a paired t-test. The outreach activities of the Duta Gizi Remaja through peer education to 25 students were also evaluated using pre-tests and post-tests, analyzed with the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in the knowledge of 15 Duta Gizi Remaja after the training, with the average score increasing from 15.20 to 17.93 (p = 0.002). The peer education activity also increased students' understanding, from 4.76 to 6.84 (p = 0.00). This proves that nutrition ambassador training and peer education-based outreach activities are effective in improving nutrition literacy and helping adolescents play a role as health educators. The Adolescent Nutrition Ambassador Anti-Stunting program successfully enhanced participants' knowledge and communication skills and is recommended to be developed through further training and expansion of educational media. Keywords: youth empowerment, stunting, peer education