Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang memerlukan pemantauan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Kepatuhan kunjungan berobat memungkinkan pemantauan kondisi klinis dan terapi, tetapi tidak selalu mencerminkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antidiabetes. Perbedaan hubungan kedua aspek tersebut dengan kontrol glikemik pada pasien ulkus kaki diabetik masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes (KPOA) dan kepatuhan kunjungan berobat (KKB) dengan kontrol glikemik (KG) pada pasien ulkus kaki diabetik. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 100 pasien rawat jalan dengan ulkus kaki diabetik di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah di Surakarta pada Februari–April 2025. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan ulkus kaki diabetik yang telah melakukan kontrol diabetes dan ulkus secara berturut-turut selama minimal 3 bulan. KPOA dinilai menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5), sedangkan KKB dan KG dinilai berdasarkan data rekam medis. Sebanyak 77% pasien memiliki KPOA rendah, 61% memiliki KG terkontrol, dan 98% patuh terhadap kunjungan berobat. Analisis menggunakan Fisher's Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara KPOA dan KG (p = 0,001; OR = 9,713; 95% CI = 2,129–44,307). Pasien yang patuh menggunakan obat memiliki odds 9,713 kali lebih besar untuk mencapai KG terkontrol dibandingkan pasien yang tidak patuh. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara KKB dan KG (p = 0,082; OR = 1,579). KPOA berhubungan signifikan dengan KG, sedangkan KKB tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan KG pada pasien ulkus kaki diabetik. Temuan ini menunjukkan pentingnya kepatuhan penggunaan obat dalam pengelolaan kontrol glikemik pada pasien ulkus kaki diabetik.