Irfan Yunus
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Kapasitas Aerobik berdasarkan Hasil Bleep Test pada Peserta Seleksi Tim Sepak Bola U-16 Andi Ummul Hairi; Mariyal Qibtiyah; Irfan Yunus
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fkxn4v67

Abstract

Latar belakang: Sepak bola menuntut kapasitas aerobik yang baik agar pemain mampu mempertahankan performa selama pertandingan. Pada proses seleksi atlet U-16, kapasitas aerobik menjadi salah satu komponen penting yang dinilai menggunakan Bleep Test sebagai metode sederhana, valid, dan reliabel untuk mengestimasi VO₂max. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kapasitas aerobik berdasarkan hasil Bleep Test pada peserta seleksi Tim Sepak Bola U-16. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri atas 53 peserta seleksi Tim Sepak Bola U-16 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kapasitas aerobik diukur menggunakan Bleep Test untuk mengestimasi nilai VO₂max, kemudian hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, rata-rata, dan simpangan baku. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta seleksi Tim Sepak Bola PSM U-16 memiliki kapasitas aerobik pada kategori baik (50,94%), dengan rata-rata VO₂max sebesar 46,70 ± 4,42 ml/kg/menit. Sebanyak 28,30% atlet berada pada kategori cukup, 16,98% pada kategori sangat baik, sedangkan masing-masing 1,89% berada pada kategori kurang sekali dan sangat kurang sekali. Kesimpulan: Sebagian besar peserta seleksi Tim Sepak Bola PSM U-16 telah memiliki kapasitas aerobik yang baik. Namun, masih terdapat atlet dengan kapasitas aerobik yang belum optimal, sehingga diperlukan program latihan daya tahan aerobik yang terstruktur untuk meningkatkan kebugaran dan mendukung performa selama latihan maupun pertandingan.