Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan profil fisik dan fisiologis atlet hockey berdasarkan posisi bermain, meliputi defender, midfielder, dan forward. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Sebanyak 30 atlet hockey berpartisipasi dalam penelitian, terdiri atas 10 defender, 10 midfielder, dan 10 forward yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Profil fisik dan fisiologis diukur melalui tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), sprint 20 meter, Illinois Agility Test, standing broad jump, handgrip strength, sit and reach, VO₂max, serta Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan One-Way Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey untuk variabel yang menunjukkan perbedaan signifikan. Hasil: Analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan berdasarkan posisi bermain pada tinggi badan, IMT, sprint 20 meter, Illinois Agility Test, standing broad jump, handgrip strength, sit and reach, VO₂max, dan RAST fatigue index (p < 0,05). Sebaliknya, berat badan dan RAST peak power tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Forward menunjukkan performa relatif lebih baik pada sprint, kelincahan, daya ledak tungkai, dan kapasitas aerobik, sedangkan defender menunjukkan nilai handgrip strength dan IMT yang relatif lebih tinggi. Midfielder menunjukkan karakteristik yang relatif seimbang pada berbagai komponen yang diukur. Profil fisik dan fisiologis atlet hockey menunjukkan variasi berdasarkan posisi bermain, terutama pada komponen kecepatan, kelincahan, daya ledak, kapasitas aerobik, dan kemampuan mempertahankan performa anaerobik. Temuan ini mendukung penerapan evaluasi dan program latihan berbasis spesifikasi posisi dalam pembinaan atlet hockey.