This Author published in this journals
All Journal Berita Biologi
Yosi Dwi Saputra
Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis, STIKES Karya Putra Bangsa Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POLA SENSITIVITAS BAKTERI Klebsiella pneumoniae TERHADAP ANTIBIOTIK DARI SAMPEL DARAH PASIEN DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Yosi Dwi Saputra
Berita Biologi Vol 25 No 2 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.15867

Abstract

Klebsiella pneumoniae. merupakan bakteri Gram-negatif penyebab utama infeksi nosokomial dengan tingkat resistensi antibiotik yang terus meningkat. Resistensi antimikroba pada Klebsiella pneumoniae. menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, terutama di rumah sakit rujukan yang menggunakan antibiotik spektrum luas secara intensif. Data pola resistensi lokal sangat penting untuk menentukan terapi empiris yang tepat dan menyusun kebijakan penggunaan antibiotik rasional. Tujuan: Menganalisis pola sensitivitas bakteri Klebsiella pneumoniae. yang diisolasi dari sampel darah pasien terhadap berbagai golongan antibiotik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif dilakukan di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek periode Januari-Februari 2019. Sampel penelitian adalah seluruh data hasil pemeriksaan kultur sensitivitas yang diambil menggunakan metode total sampling. Uji sensitivitas antibiotik dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer terhadap 26 jenis antibiotik dengan interpretasi berdasarkan standar Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil: Teridentifikasi 57 isolat Klebsiella pneumoniae. dari sampel darah dengan pola resistensi multidrug-resistant (MDR). Dari 26 antibiotik yang diuji, hanya 4 antibiotik menunjukkan sensitivitas memadai yaitu Meropenem (98%), Amikacin (91%), Sulbactam-Cefoperazone (84%), dan Gentamicin (54%). Kesimpulan: Isolat Klebsiella pneumoniae. di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menunjukkan tingkat sensitivitas terhadap Meropenem dan Amikacin menjadi pilihan utama untuk terapi bakteremia akibat Klebsiella pneumoniae. Diperlukan revisi protokol terapi empiris, implementasi program antimicrobial stewardship, dan surveillance pola resistensi berkala untuk mengendalikan penyebaran resistensi antibiotik.