Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kebutuhan belajar mahasiswa semester VI dan mengkaji optimalisasi hasil analisis kebutuhan belajar dalam meningkatkan kualitas perkuliahan Praktik Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 8 mahasiswa, sedangkan wawancara mendalam dilakukan kepada 4 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan pembelajaran yang praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman. Optimalisasi hasil analisis kebutuhan belajar terbukti meningkatkan kualitas perkuliahan, ditunjukkan oleh peningkatan pengetahuan dari 80,0% menjadi 87,0%, motivasi belajar dari 75,0% menjadi 84,0%, dan pemenuhan kebutuhan belajar dari 81,8% menjadi 88,0%. Selain itu, kesulitan belajar menurun dari 51,2% menjadi 38,0%. Mahasiswa juga menjadi lebih aktif, reflektif, dan mampu mengintegrasikan hasil analisis kebutuhan peserta didik ke dalam penyusunan perencanaan pembelajaran. Dengan demikian, analisis kebutuhan belajar berperan sebagai dasar strategis untuk meningkatkan kualitas perkuliahan praktik perencanaan pembelajaran PAK.This study aimed to analyze the learning needs characteristics of sixth-semester students and examine the optimization of learning needs analysis results in improving the quality of the Christian Religious Education (CRE) Learning Planning Practice course. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The participants were eight sixth-semester students enrolled in the CRE Learning Planning Practice course. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive qualitative techniques with data triangulation. The findings revealed that students required practical, interactive, dialogical, and experiential learning through discussions, instructional planning exercises, microteaching, and constructive feedback. The optimization of learning needs analysis significantly improved the quality of the course, as indicated by an increase in students’ knowledge from 80,0% to 87,0%, learning motivation from 75,0% to 84,0%, and fulfillment of learning needs from 81,8% to 88,0%. In addition, learning difficulties decreased from 51,2% to 38,0%. Students also became more active, reflective, and capable of integrating learners’ needs analysis into instructional planning. Therefore, learning needs analysis serves as a strategic foundation for improving the quality of CRE learning planning practice courses.