Unggul Priyadi
Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI DANA DESA SEBAGAI INSTRUMEN PENGGERAK PERTUMBUHAN EKONOMI LOKAL: STUDI KUALITATIF DI KAPANEWON PURWOSARI Dwi Listiyani; Unggul Priyadi
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2436

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi Dana Desa sebagai instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi lokal di Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Fokus penelitian meliputi realisasi pemanfaatan Dana Desa, strategi dan mekanisme penerapannya, sasaran prioritas, serta perspektif para pemangku kepentingan dalam pengelolaan Dana Desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan perspektif fenomenologis untuk memahami pengalaman serta praktik para pelaku pengelolaan Dana Desa. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas 26 orang yang mencakup Panewu, Lurah, Carik, BAMUSKal, pengelola BUMKal, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, pengolahan, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan NVivo 12 melalui coding, word cloud, hierarchy diagram, project map, dan mind map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 2025 Dana Desa telah direalisasikan sesuai ketentuan dengan fokus pada ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, ekonomi kreatif, BUMKal, serta pembangunan fisik dan nonfisik. Pada 2026, penurunan alokasi Dana Desa menyebabkan pergeseran prioritas menuju kegiatan nonfisik dan penyesuaian skala program. Optimalisasi Dana Desa tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran, tetapi oleh kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan ekonomi, partisipasi masyarakat, tata kelola, pendampingan, dan kemampuan memetakan potensi lokal. Temuan penting lainnya adalah adanya trade-off antara kebutuhan infrastruktur dasar dan pengembangan ekonomi produktif. Oleh karena itu, optimalisasi Dana Desa perlu diarahkan pada penguatan BUMKal, UMKM, ketahanan pangan, kapasitas SDM, perencanaan berbasis potensi lokal, dan monitoring berkelanjutan agar Dana Desa tidak berhenti sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi berkembang menjadi instrumen transformasi ekonomi lokal.