Dara Maulida
Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Nurdin Abdurrahman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene Ibu dengan Kejadian Diare pada Anak di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Tahun 2026 Dara Maulida; Maifrizal Maifrizal; Muhammad Shalahuddin; Wahidanur Wahidanur; T. Khairol Razi; Cut Riska Adilla
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i4.2436

Abstract

According to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), 7.4% of toddlers in Indonesia had diarrhoea that year. In 2024, the Pidie District Health Office recorded a total population of 448,130 souls, with 139,808 men and 149,609 females making up the demographic. The highest number of diarrhoea cases in 26 Community Health Centers (Puskesmas) that year was 1,732 children, with 899 boys and 833 girls affected. A total of 1,454 toddlers, including 739 boys and 661 girls, were reported to have diarrhoea in 2025. At the same time, in January and February of 2026, a total of 181 instances of diarrhoea among toddlers were recorded, with 84 males and 97 females affected. In order to find out how often diarrhoea strikes children in Peukan Baro District, Pidie Regency in 2026 and how maternal awareness and personal hygiene relate to this, this study employs a cross-sectional technique. The research methodology used in this study is cross-sectional and analytical. Using a complete sampling technique, the researchers in this study selected a sample of 37 toddlers. The dates of this study are February 20, 2026, to April 4, 2026. A questionnaire was used to gather data. The study's findings indicate that in Peukan Baro District, Pidie Regency in 2026, there is no correlation between maternal knowledge and the occurrence of diarrhoea in children. In the Peukan Baro District of Pidie Regency in the year 2026, there is a strong correlation between the frequency of diarrhoea in children and the cleanliness of mothers' bodies. In order to reduce the prevalence of diarrhoea in children, it is advised that mothers acquire more knowledge and practise appropriate personal hygiene on a regular basis.
Hubungan Pengetahuan dan Masakerja Tenaga Kesehatan dalam Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Mufid Tahun 2026 Maifrizal Maifrizal; Muhammad Shalahuddin; Dara Maulida; Wahidanur Wahidanur
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9mytd026

Abstract

Limbah medis rumah sakit berpotensi menularkan penyakit sehingga memerlukan pengelolaan yang sesuai standar. Survei awal di Rumah Sakit Umum Mufid Sigli menunjukkan peningkatan volume limbah infeksius lebih dari 31% dalam tiga bulan terakhir, disertai temuan kesenjangan antara pengelolaan oleh petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa kerja tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis di rumah sakit umum Mufid tahun 2026. Penelitian bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 petugas kesehatan yang kontak langsung dengan limbah medis, dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara berpedoman kuesioner, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Secara keseluruhan, hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 90 responden, mayoritas responden memiliki pengelolaan limbah medis kategori MS (67,8%), pengetahuan kategori baik (63,3%), dan masa kerja kategori lama (65,6%). Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian memiliki pengelolaan limbah medis pada kategori MS, tingkat pengetahuan yang baik, serta masa kerja yang tergolong lama. Dengan demikian, pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis. Peningkatan pengetahuan melalui edukasi, sosialisasi, pelatihan, dan pembinaan secara berkala dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan petugas dalam melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar. masa kerja berhubungan secara signifikan dengan pengelolaan limbah medis pada responden. Upaya peningkatan pengelolaan limbah medis tetap diperlukan, terutama bagi petugas dengan masa kerja baru, melalui orientasi, pelatihan, sosialisasi SOP, dan pendampingan secara berkala.