Muhammad Syaifani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN ETNOMATEMATIKA TERHADAP NILAI-NILAI ISLAM DAN KONSEP MATEMATIKA YANG TERKANDUNG DALAM BANGUNAN MASJID AL JIHAD BANJARMASIN Jannah, Rabiatul; Muhammad; Ariyanti, Iin; Muhammad Syaifani
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/xb713b66

Abstract

Matematika terintegrasi secara mendalam dengan praktik budaya, termasuk arsitektur keagamaan. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi matematika dan budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika di Masjid Al Jihad Banjarmasin, dengan fokus pada bagaimana struktur fisik dan pemanfaatannya menerapkan konsep matematika sekaligus nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep matematika yang terkandung dalam bangunan dan fasilitas Masjid Al Jihad Banjarmasin serta mengungkap keterkaitannya dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnomatematika. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan bendahara masjid, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep matematika dan nilai-nilai Islam termuat dalam bangunan dan fasilitas Masjid Al Jihad Banjarmasin yang didasarkan pada tiga aspek utama: sejarah dan perkembangan, arsitektur dan fasilitas, serta pemanfaatan Masjid. Konsep-konsep matematika meliputi geometri ruang dan simetri pada kubah, pengukuran dimensi luas ruang shalat dan area parkir, kalkulasi bilangan pada tiang penyangga, statistika sederhana pada data historis, hingga efisiensi pemodelan ruang tidak hadir secara abstrak, melainkan wujud nyata dalam arsitektur fisik serta tata kelola masjid. Selain itu, dari segi nilai-nilai Islam mencakup keindahan (jamal) dan keteraturan pada desain, persatuan (ukhuwah Islamiyah) pada kapasitas ruang shalat, kemudahan (taysir) melalui penyediaan travelator dan pendingin ruangan, pengelolaan dana pembangunan yang amanah, hingga semangat kolektif untuk memakmurkan masjid.