Fraktur merupakan kondisi kegawatdaruratan muskuloskeletal yang sering memicu cedera vaskular dan perdarahan masif. Kondisi ini mengakibatkan ketidakstabilan fragmen tulang yang patah berisiko merobek pembuluh darah di sekitarnya sehingga memicu penurunan volume darah intravaskular dan mengancam kegagalan sirkulasi. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan masalah keperawatan gangguan sirkulasi spontan yang dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani melalui kontrol perdarahan dan imobilisasi balut bidai. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengelolaan kegawatdaruratan keperawatan Gangguan Sirkulasi Spontan dengan kontrol perdarahan (balut bidai) pada pasien fraktur di IGD RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan pendekatan asuhan keperawatan gawat darurat. Subjek penelitian adalah satu pasien yang mengalami multiple trauma dengan fraktur femur dextra, fraktur fibula sinistra, dan ruptur hepar yang mengalami gangguan sirkulasi spontan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik (Primary dan Secondary Survey), serta studi dokumentasi rekam medis. Intervensi utama yang diberikan adalah direct pressure (balut tekan) dan imobilisasi balut bidai spalk pada paha kanan dan betis kiri, yang dikolaborasikan dengan loading cairan RL 1.000 ml (2 jalur IV) serta analgetik. Evaluasi pasca-tindakan menunjukkan masalah gangguan sirkulasi spontan teratasi sebagian; ditandai dengan perdarahan eksternal terkontrol (tidak ada rembesan), peningkatan TD menjadi 100/80 mmHg, penurunan Nadi menjadi 92 x/menit, RR 22 x/menit, dan CRT < 2 detik. Tindakan kontrol perdarahan dan pemasangan balut bidai yang dikombinasikan dengan resusitasi cairan efektif menghentikan perdarahan eksternal, menstabilkan fragmen tulang, serta memulihkan kondisi hemodinamik pasien fraktur dalam fase gawat darurat.