Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perhitungan Volume dan Detail Penulangan Balok Beton Bertulang Menggunakan Tekla Structures pada Proyek Gedung 3 Lantai (Studi Kasus: Wijaya Guest House) Muhammad Rifki; Era Agita Kabdiyono
Journal of Engineering and Science Application Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jesa.v3i2.46

Abstract

Perhitungan volume dan berat tulangan balok beton bertulang secara manual rentan terhadap kesalahan akibat keterbatasan visualisasi dua dimensi, terutama pada bangunan dengan variasi tipe balok yang kompleks. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan berat tulangan balok antara metode manual dan metode Building Information Modeling menggunakan Tekla Structures pada proyek Wijaya Guest House, bangunan tiga lantai dengan dak atap di Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif komparatif, dengan data primer berupa hasil pemodelan tiga dimensi pada Tekla Structures dan data sekunder berupa gambar kerja serta Bar Bending Schedule dari kontraktor pelaksana. Perhitungan manual mengelompokkan balok ke dalam sembilan hingga sebelas tipe per lantai berdasarkan asumsi bentang bersih seragam, sedangkan Tekla Structures menghasilkan data quantity take off otomatis untuk dua puluh satu hingga tiga puluh dua cast unit individual per lantai sesuai geometri aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan total berat tulangan balok hasil perhitungan manual mencapai 21.248,10 kilogram, sedangkan hasil pemodelan Tekla Structures menghasilkan 14.948,50 kilogram, dengan selisih rata-rata 29,65 persen lebih rendah pada data aktual dibandingkan perhitungan manual. Selisih terbesar terjadi pada Lantai 2 sebesar 37,35 persen dan terkecil pada Dak Atap sebesar 11,53 persen. Analisis lanjutan terhadap estimasi Rencana Anggaran Biaya menunjukkan bahwa penggunaan hasil perhitungan manual berpotensi menyebabkan kelebihan anggaran pengadaan besi tulangan hingga 42,14 persen dibandingkan kebutuhan aktual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemodelan BIM berbasis Tekla Structures memberikan estimasi volume dan berat tulangan yang lebih presisi, efisien, dan andal sebagai dasar pengendalian biaya proyek dibandingkan metode konvensional.