Pujaningsih
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Membaca Berulang Berbasis Differentiated Instruction pada Siswa Lamban Belajar Lilis Winduwati; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12351

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. Siswa yang terindikasi lamban belajar membutuhkan intervensi yang lebih intensif dan sesuai dengan karakteristik serta kecepatan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar melalui penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga hingga empat pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa kelas II yang terindikasi lamban belajar. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes kemampuan membaca permulaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase serta disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction mampu meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa. Peningkatan terlihat secara bertahap dari kondisi pra-siklus hingga pelaksanaan Siklus I dan Siklus II. Pada Siklus I, persentase ketuntasan kemampuan membaca permulaan mencapai 53%, kemudian meningkat menjadi 82% pada Siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pemberian latihan membaca secara berulang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individual siswa dapat membantu memperkuat keterampilan membaca permulaan. Dengan demikian, metode membaca berulang berbasis Differentiated Instruction dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa lamban belajar di kelas II sekolah dasar.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Multisensori Pada Siswa Kesulitan Belajar Selmi Deri; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12354

Abstract

Kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar membutuhkan penanganan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan dengan metode multisensori pada siswa kesulitan belajar siswa kelas II di salah satu SD Negeri Sangatta Utara Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa kesulitan belajar kelas II. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes, panduan observasi partisipasi siswa, dan observasi kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar kelas II sekolah dasar. Peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 40%, kemampuan awal 20% menjadi 60%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan tindakan pemilihan gambar pada kartu kata dengan gambar konkret atau nyata, menelusuri huruf, dan kata yang familiar bagi siswa. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan meskipun masih memerlukan bantuan. Hasil siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan. Peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 75%, kemampuan awal 20% menjadi 95%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan memberikan perbaikan berupa pemberian pengulangan 2-3 kali, penegasan kontrak belajar dan perubahan setting pemberian kartu huruf. Hasil siklus II memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 80%.
Peningkatan Akurasi Membaca Kata Berpola KVKV Melalui Metode Multisensori Berbasis Media Kontekstual pada Siswa dengan Hambatan Low Vision Sri Hastuti Handayani; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12357

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akurasi membaca kata berpola konsonan-vokal-konsonan-vokal (KVKV) pada seorang siswa berinisial AR kelas II Sekolah Dasar Inklusi (SDI) dengan hambatan low vision. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV melalui metode multisensori berbasis media kontekstual yang disesuaikan dengan kebutuhan akses visual siswa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tindakan menerapkan pendekatan Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile (VAKT) melalui kegiatan mengamati huruf dan kata berukuran besar dengan kontras tinggi, menyimak dan mengucapkan bunyi huruf, menelusuri huruf bertekstur, menyusun suku kata, serta membaca kata yang dekat dengan pengalaman siswa. Media yang digunakan meliputi kartu huruf bergambar, papan kata bertekstur, dan flashcard kata bergambar kontekstual. Data dikumpulkan melalui tes akurasi membaca dan observasi keterlaksanaan tindakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi membaca meningkat dari 40% (24/60) pada prasiklus menjadi 65% (39/60) pada Siklus I dan 85% (51/60) pada Siklus II. Pemahaman makna kata meningkat dari 20% menjadi 45% dan 70%, sedangkan proporsi kata yang dibaca benar secara mandiri meningkat dari 30% menjadi 50% dan 77%. Keterlaksanaan tindakan juga meningkat dari 86% menjadi 100%. Dengan demikian, metode multisensori berbasis media kontekstual efektif meningkatkan akurasi membaca kata berpola KVKV pada siswa dengan hambatan low vision.