Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan media visual kontras dalam meningkatkan keterampilan prakarya, mengetahui aspek keterampilan prakarya yang mengalami peningkatan, menganalisis efektivitas penggunaan media visual kontras, serta mendeskripsikan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran prakarya pada siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VIII yang mengalami hambatan penglihatan kategori low vision di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian unjuk kerja, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan didukung penyajian data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual kontras mampu meningkatkan keterampilan prakarya siswa secara bertahap pada setiap siklus. Kemampuan awal siswa mencapai 47,5%, meningkat menjadi 65% pada Siklus I, 75% pada Siklus II, dan mencapai 82,5% pada Siklus III. Peningkatan terjadi pada aspek mengenali alat dan bahan, memahami langkah kerja, menggunakan alat sesuai prosedur, menghasilkan produk yang lebih rapi, serta meningkatnya kemandirian dalam menyelesaikan tugas praktik. Penggunaan media visual kontras juga terbukti membuat proses pembelajaran lebih efektif karena siswa lebih mudah mengamati objek pembelajaran, memahami instruksi, dan mempertahankan konsentrasi selama kegiatan praktik berlangsung. Selain itu, terjadi perubahan positif pada perilaku guru, yaitu lebih terampil dalam merancang pembelajaran yang adaptif, memanfaatkan media sesuai kebutuhan visual siswa, memberikan pendampingan yang lebih sistematis, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual kontras efektif dalam meningkatkan keterampilan prakarya siswa low vision kelas VIII di SMP Negeri 3 Muara Ancalong. Media ini mampu membantu siswa memanfaatkan sisa penglihatannya secara lebih optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, lebih aktif, dan lebih bermakna.