Selmi Deri
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penerapan Metode Multisensori Pada Siswa Kesulitan Belajar Selmi Deri; Pujaningsih
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12354

Abstract

Kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar membutuhkan penanganan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan dengan metode multisensori pada siswa kesulitan belajar siswa kelas II di salah satu SD Negeri Sangatta Utara Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dibagi menjadi 2 siklus. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa kesulitan belajar kelas II. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes, panduan observasi partisipasi siswa, dan observasi kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kesulitan belajar kelas II sekolah dasar. Peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 40%, kemampuan awal 20% menjadi 60%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan tindakan pemilihan gambar pada kartu kata dengan gambar konkret atau nyata, menelusuri huruf, dan kata yang familiar bagi siswa. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, subjek mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan meskipun masih memerlukan bantuan. Hasil siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan. Peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 75%, kemampuan awal 20% menjadi 95%. Peningkatan tersebut diperoleh dengan memberikan perbaikan berupa pemberian pengulangan 2-3 kali, penegasan kontrak belajar dan perubahan setting pemberian kartu huruf. Hasil siklus II memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 80%.